Buku Mazhab Sastra Bahasa menyajikan pembahasan mendalam tentang perkembangan metode tafsir Al-Qur’an yang berorientasi pada pendekatan sastra (al-manhaj al-adabi). Melalui telaah terhadap gagasan dan karya tokoh-tokoh seperti Amin al-Khuli, Bint al-Syathi’, Muhammad Khalafullah, dan Nashr Hamid Abu Zayd, penulis menelusuri bagaimana tradisi kesusastraan Arab menjadi fondasi penting dalam memahami pesan ilahi secara kontekstual dan estetik.
Disusun dengan gaya ilmiah namun komunikatif, buku ini menelusuri pergeseran paradigma tafsir dari corak klasik yang normatif menuju pendekatan modern yang lebih dialogis dan humanistik. Penulis menyoroti bahwa bahasa dan sastra bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga kunci epistemologis dalam membuka makna Al-Qur’an secara lebih mendalam.
Melalui kajian tokoh dan analisis metodologis yang tajam, Mazhab Sastra Bahasa menjadi referensi penting bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin memahami hubungan antara bahasa, tafsir, dan keindahan teks suci dalam tradisi pemikiran Islam modern.